About

Tuesday, June 11, 2013

Mentari Itu Telah Terbenam


Makassar, 10 Juni 2013

Kebimbangan dan ketidaktahuan arah masih saja menghantui pikiranku, semua terasa tak jelas dan begitu rabun dimataku hanya kendaraan sepeda motor dan roda empat yang berlalu lalang tak jauh dari tempat saya duduk, sangat jelas di jalan A.P Pettarani Makassar kala sore itu.

Namun pada saat yang bersamaan, justru ku merasa pikiranku yang tak karuan entah melayang kemana. Bingung, benar-benar bingung dengan keadaanku sendiri. Tatkala suasa begitu ramai, berada ditengah-tengah teman-teman  bahwak cewe yang dekat denganku, namun saya sendiri tak tahu diriku ada di mana, tak lebih dari jasad kosong diriku saat ini.
Ku ingin sendiri, itulah pilihanku saat ini. Meski terkadang hal itu bukanlah solusi terbaik untuk membawaku pada ketenangan, namun setidaknya tidak mengganggu suasana dari orang-orang disekitarku.

Ku arahkan pandanganku pada upuk barat, tampak matahari dalam kondisi yang sama denganku, tak jauh beda dengan kondisiku saat ini. Hanya terlihat redup dan tak mampu lagi menerangi keceriaan sore ini bahkan setidaknya lebih buruk dariku karena lebih memilih terbenam dibandingkan bertahan untuk memancarkan cahaya indahnya.

Ku coba beralih dari tempat dudukku semula, dengan harapan kondisiku bisa lebih baik, namun ternyata aku salah, tak ada yang berubah, tak ada yang berbeda dari dari tempat yang tadi. Lalu harus kemanan dan
kuhadapkan arah mana pandanganku melihat cahaya langkahku meski itu hanya setitik. Namun setidaknya bersedia menemaniku untuk selamanya. Bersedia menemani hari-hariku dan menerangi setiap langkahku. Aku tak ingin cahaya itu seperti mentari yang hanya menemaniku sesaat, dan kemudian tenggelam meninggalkanku sendiri ditempat ini.

Tak ada kedamaian lagi disini. Mungkin saatnya ku kembali langkahkan kakiku, meninggalkan tempat ini, meninggalkan semuanya. Untuk mencari setitik cahaya sebagai taman hidupku yang senantiasa bersinar. meski masih ku tak tahu keberadaannya.

No comments:

 

Total Pageviews

Pages