Makassar,
10 Juni 2013
Namun
pada saat yang bersamaan, justru ku merasa pikiranku yang tak karuan entah
melayang kemana. Bingung, benar-benar bingung dengan keadaanku sendiri. Tatkala
suasa begitu ramai, berada ditengah-tengah teman-teman bahwak cewe yang dekat denganku, namun saya
sendiri tak tahu diriku ada di mana, tak lebih dari jasad kosong diriku saat
ini.
Ku
ingin sendiri, itulah pilihanku saat ini. Meski terkadang hal itu bukanlah
solusi terbaik untuk membawaku pada ketenangan, namun setidaknya tidak
mengganggu suasana dari orang-orang disekitarku.
Ku
arahkan pandanganku pada upuk barat, tampak matahari dalam kondisi yang sama
denganku, tak jauh beda dengan kondisiku saat ini. Hanya terlihat redup dan tak
mampu lagi menerangi keceriaan sore ini bahkan setidaknya lebih buruk dariku
karena lebih memilih terbenam dibandingkan bertahan untuk memancarkan cahaya
indahnya.
Ku
coba beralih dari tempat dudukku semula, dengan harapan kondisiku bisa lebih
baik, namun ternyata aku salah, tak ada yang berubah, tak ada yang berbeda dari
dari tempat yang tadi. Lalu harus kemanan dan
kuhadapkan arah mana pandanganku
melihat cahaya langkahku meski itu hanya setitik. Namun setidaknya bersedia
menemaniku untuk selamanya. Bersedia menemani hari-hariku dan menerangi setiap
langkahku. Aku tak ingin cahaya itu seperti mentari yang hanya menemaniku
sesaat, dan kemudian tenggelam meninggalkanku sendiri ditempat ini.
No comments:
Post a Comment